Movie watcher ..
Book reader ..
Coffee drinker ..
Jazz lover ..
But most of my time become a dreamer ...
Pada awalnya terus terang gw tidak tau apa arti sesungguhnya dari financial planning, sampai suatu hari gw membeli sebuah buku di Gramedia, judul bukunya "Untuk Indonesia Yang Kuat - 100 Langkah Untuk Tidak Miskin" , yang ditulis oleh Ligwina Hananto.
Membeli buku itu juga karena gw iseng tertarik dengan judulnya, bukan karena judul langkah untuk tidak miskin nya lho :) tapi karena ada kata2 untuk Indonesia yang kuat, gw selalu tertarik membaca hal2 yang bertema bagaimana membuat negeri tercinta ini menjadi lebih baik. Saat itu pun gw kurang tau siapa itu Ligwina Hananto, sampai kemudian gw baca bukunya dan menemukan sosok beliau di jejaring sosial yaitu akun twitter @mrshananto yang langsung gw follow saat itu juga. Membaca lembar demi lembar buku bikin gw shock, merasa tertampar, merasa dizalimi...upss klo itu lebay, hehehe. Intinya buku itu bener-bener bikin gw flash back bagaimana gw sudah menghabiskan rupiah demi rupiah dari dompet gw untuk sesuatu yang kurang penting ato cuma buat gaya aja, perasaan saat itu yang ada "menyesal sekarang tiada guna" .. Akhirnya gw ga mau larut dgn perasaan2 melow itu dan memilih untuk melanjutkan membaca buku itu sampai tuntas meski kadang2 pengen ngudahin dari pada bikin gw nangis bombay baca tuh buku .. (ini baca novel roman ato baca buku financial planning yaaa). Dari buku itu gw tau betapa golongan menengah yang seperti gw ini, alias tajir engga, miskin banget juga engga adalah golongan yang seharusnya bisa membuat kehidupan diri sendiri, keluarga, orang2 di lingkungan sekitar bahkan negara bisa lebih baik. Tapi sayangnya justru golongan menengah ini malah punya tingkat konsumerisme yang tinggi, banyak menghabiskan uang gaji ato pendapatannya untuk gaya hidup dan gengsi. Misal, milih punya mobil sendiri atau nenteng barang2 branded dan selalu update dengan gadget terbaru tapi masih tinggal di rumah mertua ato rumah ngontrak, dsb. Banyak contoh2 lainnya yang gw dapat dari buku yang menyadarkan gw untuk berubah, mulai pengen mengenal kehidupan finance yang lebih baik, khususnya untuk keluarga kecil gw ini. Mengutip definisi golongan menengah dari twitt nya @wimar : "independent yet not totally secure financially". Lalu apa hubungannya dengan membuat Indonesia lebih kuat?... Dari buku itu juga gw tau bahwa posisi Indonesia secara GDP (Gross Domestic Product) dibandingkan dengan negara2 ASEAN lainnya tidak terlalu bagus. Mau dilihat seperti apapun GDP hanyalah sebuah angka, kita perlu tindakan lebih besar dan nyata untuk memastikan orang2 disekitar kita benar2 lebih sejahtera. Karena itu, golongan menengah perlu kuat tdk hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain. Salah satu program dunia dimana golongan menengah bisa ikut berpartisipasi didalamnya adalah Millenium Development Goals (MDG). Dari MDG ini muncul istilah #stoppemiskinan. Bagaimana cara golongan menengah ini berperan? .. Caranya adalah dengan memperbaiki kondisi keuangan lalu mentransformasikannya pada banyak orang. Selain itu golongan menengah, golongan yang seharusnya bisa membiayai hidupnya sendiri sekaligus membiayai hidup keluarga dan masyarakat disekitar, selama mereka tau bagaimana mengelola aset keuangan yang mereka miliki bukan malah menghambur2kannya untuk sesuatu yang kurang penting. Salah satu wujud nyata mentransformasikan knowledge financial planning adalah share dengan orang-orang terdekat, seperti halnya yang coba gw lakukan dan sudah terbukti ada satu orang team mate di kantor yang pada akhirnya turut membaca buku Ligwina ini dan mempraktekannya, meskipun usia nya masih muda dan belum berkeluarga tapi dia sudah sadar arti dan pentingnya menata keuangan sejak dini, dia pun mulai mentransformasikan knowledgenya ini melalui tulisan dalam blog pribadinya, ya work of mouth disini memang bekerja efektif sekali. Bagi yg ingin membaca share blog nya my team mate, nih gw kasih link nya : http://akudanduniaku.blogspot.com/2011/11/menanam-pohon-uang.html Gw jadi mengerti visi dan misi Ligwina menulis buku itu, untuk menjadikan seluruh golongan menengah memperkuat fondasi keuangan mereka yang nanti nya baik langsung maupun tidak langsung dapat memperkuat Indonesia ke depannya nanti. Apa saja sih yang gw pelajari dari buku itu secara detil? .. Yaitu bahwa planning itu penting, termasuk financial planning / tujuan finansial, dalam hidup kita harus punya rencana2 keuangan yang harus diwujudkan melalui cara2 yang tepat agar rencana2 keuangan yang kita setting dapat tercapai dengan cepat atau sesuai waktunya. Sehingga jika dirumuskan bisa menjadi seperti ini : Judul + nilai masa depan + jangka waktu = tujuan finansial Yang dimaksud dengan judul disini adalah tujuan finansial yang memiliki "muatan", misalnya : dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, pengen beli rumah, beli mobil, naik haji, dsb. Nah sekarang gw pengen share pengalaman gw dan suami dalam menjalani pertemuan demi pertemuan dengan financial planner kami.Hari ini gw kehilangan lagi (knp lagi krn ini yg ke 4 kali nya) salah satu team mate di Legal Department, nama nya Anto (di tengah pake kemeja garis2 biru).
Dia sudah jadi team gw selama hampir 3 tahun, banyak hal yang sudah dijalani bersama, sudah banyak membantu dan support gw di team ini. Semenjak gw pegang HR dan GA, praktis urusan Legal gw banyak bertumpu pada Anto, kontribusi dan pemikiran2 nya di Legal sangat amat mensupport gw. Sekarang Anto akan berkarir di tempat lain, sebagai atasan gw tidak membatasi keinginan dia, meskipun kehilangan tapi dia berhak untuk terus mengembangkan diri nya di tempat yang baru. Selama gw pegang Legal dari sejak awal di kantor, hampir 9 tahun ini gw sudah 4 kali kehilangan orang2 handal, walaupun sedih tapi gw juga bangga karena mereka bisa punya kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang. Yang uniknya di Legal punya tradisi, meskipun sudah menjadi alumni kita tetap berkumpul setahun sekali tepatnya buka puasa bareng, jadi kekompakan dan kekeluargaan kita tidak akan pernah terputus meskipun sudah saling terpisah. Sebagai orang pertama yang merintis Legal Dept. di kantor gw ini ada rasa haru dan bangga bisa terus menjalin kebersamaan dengan sesama team, mereka semua juga yang turut andil membesarkan gw di sini, thanks to all of you friends. Tulisan ini gw persembahkan buat team gw di Legal, departemen pertama yang membuat gw merasa dihargai dan di apresiasi sepanjang karir gw, buat mereka yang sdh resign Helmi, Fidel, Anggi dan Anto serta buat mereka yang masih tinggal mendukung gw di sini Sandy, Yenny dan Desi, keep in touch friends!!!! Proud for all of You... With love